Home » Hobi ekstrim » UJI NYALI DENGAN TERJUN PAYUNG (SKYDIVING)

UJI NYALI DENGAN TERJUN PAYUNG (SKYDIVING)

Apakah Anda termasuk orang yang suka menguji nyali Anda? Kalau hanya sebatas masuk ke rumah atau gedung tua tidak terpakai untuk bertemu hantu, itu sudah biasa. Apalagi kalau Anda tidak sanggup untuk bertemu dengannya, Anda hanya perlu melambaikan pada kamera, maka kegiatan uji nyali tidak akan dilanjutkan lagi. Lalu, bagaimana dengan uji nyali lainnya? Yaitu uji nyali dengan terjun payung (skydiving) dari sebuah pesawat terbang?

Kegiatan ini bukan hal tidak mungkin, karena memang sudah banyak dilakukan, bahkan ada adegan dalam beberapa film yang melakukannya. Dengan parasut yang awalnya berbentuk seperti tas ransel dan ditempatkan di belakang tubuh, Anda hanya butuh melompat dari ketinggian pesawat berada. Setelah berada di ruang terbuka, Anda akan dihajar angin habis-habisan sampai akhirnya Anda mampu memutuskan menarik salah satu sisi tas ransel itu hingga parasut mengembang membentuk seperti payung dan membuat Anda seolah terbang, padahal sebenarnya adalah mempercantik cara jatuh Anda.

Biasanya yang melakukan kegiataan uji nyali dengan terjun payung (skydiving) kebanyakan adalah para tentara atau militer. Awal mereka melakukan ini, tentu saja saat sesi latihan. Selanjutnya akan mereka gunakan ketika mereka diutus untuk berperang di satu daerah yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan apapun, bahkan pesawat tempur sekalipun. Dengan lihai, mereka akan membuat parasutnya jatuh sesuai tempat yang mereka inginkan dengan mengemudikan laju parasut itu.

Baca Juga:8 Manfaat Terjun Payung (Skydiving) Untuk Kesehatan

Tapi beberapa orang di luar tentara atau militer pun ada yang menyukai kegiatan terjun payung  ini. Bagi orang-orang itu, uji nyali dengan terjun payung (skydiving) membuat hidup lebih hidup, lebih bersemangat, lebih mengeluarkan adrenalin. Jadi tingkat keberanian mereka sudah berada sangat tinggi, meski masih berada pada batas kenormalan. Karena bagaimanapun, sungguh banyak kegiatan yang sangat memiliki resiko tinggi, tanpa ada pengamanan.

Uniknya, terjun payung sekarang ini sering dijadikan moment untuk membuat video selfi. Ada kebanggaan tersendiri, ketika orang-orang itu berhasil merekam moment saat berada di ketinggian terbuka. Hasil rekaman, nantinya akan mereka kirim ke beberapa media sosial. Dari sanalah mereka akan menjadikan diri sebagai seseorang yang eksis di bidang terjun payung atau adu nyali.

Tapi bukan berarti kegiatan ini tanpa resiko sekalipun. Parasut sebagai alat yang mampu membantu seseorang turun dari ketinggian dan udara terbuka, bisa saja sulit untuk ditarik dan diubah menjadi parasut sebagaimana mestinya. Kalau sudah kejadian seperti itu, seseorang akan mengalami remuk tulang luar biasa, bahkan nyawanya sepersekian besar prosentasenya akan melayang. Dengan demikian, uji nyali dengan terjun payung (skydiving) termasuk kegiatan yang mendekati maut. Semua kembali pada siap atau tidaknya parasut digunakan oleh orang yang akan mengenakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *