Home » Mainan » Tips Memilih Boneka Sesuai Umur

Tips Memilih Boneka Sesuai Umur

Sejak awal kelahiran bayi, bahkan sejak masih di dalam kandungan, orangtua biasanya sudah mempersiapkan perlengkapan bayi. Perlengkapan yang disiapkan, meliputi kamar bayi, pakaian, hingga mainannya. Mainan yang diberikan berfungsi dalam memperindah kamar dan menstimulasi tumbuh kembang anak. Salah satu yang menjadi pilihan adalah boneka. Kita biasanya meletakkan boneka sebagai teman tidur bagi bayi atau sebagai pemanis di sudut-sudut tempat tidur. Walaupun mayoritas diberikan kepada anak perempuan, boneka juga dapat diberikan kepada anak laki-laki. Asalkan, bentuk atau tokoh boneka sesuai dengan gendernya, misalnya berbentuk hewan dan superhero, bukan boneka berbentuk bayi atau karakter perempuan. Pemilihan boneka harus disesuaikan dengan usia. Hal ini dimaksudkan agar mainan tersebut memberikan kenyamanan dan tidak menimbulkan bahaya bagi anak. Beberapa bahan mainan berbahaya bagi bayi dan anak usia dini karena umumnya anak gemar menggigit dan memasukkan segala sesuatu ke mulutnya. Selain itu, pemilihan boneka sesuai usia akan merangsang rasa ingin tahunya sehingga membantu pertumbuhan dalam tiap perkembangan. Berikut tips pemilihan boneka sesuai tahapan usia.

  • Untuk Bayi Baru Lahir

Selama tahun pertama kelahiran, bayi belum memiliki keterampilan motorik dan kognitif yang cukup baik untuk memegang dan memeluk boneka, setidaknya hingga usia satu tahun. Mereka tertarik pada benda-benda berwarna cerah. Boneka bayi pada usia ini biasanya hanya menjadi teman tidur, bukan untuk dimainkan. Oleh karena itu, sebaiknya Abi dan Ummi memilihkan boneka bayi yang berbahan dasar kain lembut, mudah dilipat, atau ditekuk, dan berwarna cerah. Pilih juga boneka yang tidak mengandung bagian-bagian kecil yang terlepas dan tertelan serta dapat dicuci.

  • Untuk Toddler

Toddler atau disebut batita (bawah tiga tahun) sudah bisa mengenali karakter dan pola. Berikan boneka bayi yang makin bervariasi, mulai dari warna, bentuk, hingga tokohnya. Mereka juga akan semakin sering berinteraksi dengan memeluk boneka. Walaupun begitu, tetap pilih mainan yang berbahan lembut dan dapat dicuci. Alasannya, batita makin sering bereksplorasi dengan dunia sekitar. Tidak menutup kemungkinan mereka menumpahkan makanan atau mencoretkan krayon ke bonekanya. Anak usia ini juga senang bermain peran dan mempraktikkan aktivitas keseharian pada bonekanya, misal menggendong, memberi makan, dan mengganti popok seolah-olah mereka adalah seorang ibu.

Baca Juga: Tips Berburu dan Merawat Action Figures

  • Untuk Usia Prasekolah dan Taman Kanak-Kanak

Pada usia ini, kita mulai dapat memberikan boneka yang menstimulasi imajinasi anak. Memberikan boneka yang dapat diganti bajunya, disisir rambutnya, atau seolah diajak berjalan-jalan merupakan pilihan yang disarankan. Anak pada usia prasekolah juga sudah dapat mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh dimakan sehingga memberikan boneka dengan detail dan bagian yang dapat dibongkar-pasang sudah boleh dilakukan. Pada usia taman kanak-kanak, anak biasanya memiliki tokoh idola yang ingin mereka wujudkan dalam diri mereka. Berikan boneka karakter, seperti balerina atau princess yang akan mengembangkan imajinasi dan mimpi (khusus untuk anak perempuan).

Sekali lagi, perhatikan jenis kelamin dan usia anak saat pemilihan boneka. Mainan yang tepat guna akan bermanfaat dalam perkembangan imajinasi, motorik, dan kognitif anak. Jika boneka bayi yang dipilih terasa kurang tepat bagi usianya, kita masih bisa menyimpannya dengan rapi dan bersih untuk anak ketika tumbuh besar nanti, kan? Faktor kenyamanan dan keamanan tetap harus diutamakan dibandingkan harga dan estetika.

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *