Home » hobi » Tips dan Teknik Dasar Olahraga Panjat Tebing Bagi Para Pecintanya

Tips dan Teknik Dasar Olahraga Panjat Tebing Bagi Para Pecintanya

Pada momen Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang kemarin, beberapa atlet Indonesia menorehkan prestasi yang gemilang dengan meraih medali emas. Cabang olahraga yang menyumbangkan emas untuk Indonesia diantaranya cabang pencak silat, bulutangkis hingga panjat tebing.

Tips dan Teknik Dasar Olahraga Panjat Tebing Bagi Para Pecintanya

Salah satu hal yang menarik dari cabang-cabang tersebut adalah panjat tebing. Hal ini dikarenakan olahraga ini sudah sangat tidak asing bagi anak muda Indonesia khususnya para mahasiswa atau pecinta alam karena masuk dalam kegiatan tambahan yang memberikan banyak manfaat. Lalu bagaimana menjadikan hobi olahraga ini menjadi sebuah prestasi? Bagaimana tips dan teknik yang digunakan? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut.

Teknik Dasar Mendaki

Terdapat beberapa teknik dasar yang harus diketahui dan dikuasai khususnya bagi para pemula maupun atlet professional, diantaranya yaitu:

  1. Fissure Climbing: teknik fissure menitikberatkan pada celah yang digunakan oleh anggota badan yang seolah-oleh fungsinya seperti pasak.
  2. Face Climbing: teknik memanjat yang masih ada tonjolan atau rongga sebagai pijakan kaki. Anda harus berkonsentrasi pada tumpuan kaki agar gaya gesekan dan kestabilan tetap terjaga dengan baik.
  1. Slab Climbing / Friction: teknik memanjat yang mengandalkan gaya gesekan sebagai penumpu. Anda dapat menggunakan teknik ini saat panjat tebing ketika menghadapi permukaan yang tidak terlalu vertikal.

Klasifikasi Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat

Panjat Tebing ternyata dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan pemakaian alatnya, diantaranya yaitu:

  1. Artificial climbing: tipe ini diperuntukkan bagi pemula dengan tingkat keamanan yang tinggi karena si pemanjat akan dibekali dengan peralatan tambahan seperti tali, paku tebing, stirrup, bor, dan sebagainya.
  2. Free climbing: alat pengamanan pada tipe ini adalah si pemanjat sendiri dengan meningkatkan ketrampilan yang dapat diperoleh dari latihan secara rutin. Peralatan tambahan yang digunakan hanya digunakan sebagai pengaman jika terjatuh.
  3. Free soloing: alat pengaman yang digunakan adalah si pemanjat sendiri dengan segala risiko yang akan ditanggung. Tipe ini tidak dibekali dengan tali pengaman sehingga di pemanjat harus mampu mengendalikan kekuatan tumpuan dan tetap fokus dalam menghadapi berbagai rintangan.

Tips Meningkatkan Kemampuan Climbing

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan climbing, diantaranya yaitu:

  1. Persepsikan bahwa Anda sedang memanjat sebuah anak tangga
  2. Gunakan cengkraman tangan dan tumpuan kaki secara seimbang
  3. Pastikan untuk tetap menjaga fokus berkonsentrasi untuk menuju puncak
  4. Lawan rasa takut terhadap ketinggian. Hal tersebut adalah wajar bagi para atlet professional sekalipun sehingga Anda harus melatihnya secara rutin agar ketakutan tersebut bisa menghilang.
  5. Sama halnya dengan menari, memanjat juga menggunakan gerakan pinggang yang seimbang. Maka dari itu, Anda harus menyeimbangkan gerakan pinggang sangat diperlukan agar tidak mudah letih saat memanjat.
  6. Jika merasa lelah saat melakukan panjat tebing, lakukan rest position yakni meluruskan tangan ke bawah sambil di shaking.

 

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *