Home » Hobi ekstrim » Mengenal Peralatan Panjat Tebing beserta Fungsinya

Mengenal Peralatan Panjat Tebing beserta Fungsinya

Panjat tebing adalah salah satu kegiatan luar ruangan yang memacu adrenalin. Bagi Anda yang belum pernah atau baru mau akan melakukan aksi panjat tebing, tidak ada salahnya untuk lebih dulu mengenal peralatan panjat tebing beserta fungsinya berikut ini.

Kernmantle Rope (Tali Karmantel)

Ada tiga jenis tali karmantel yang dikenal, yakni statis, dinamis dan semi statis. Kelenturan 15-20% dimiliki oleh tali statis, digunakan untuk turun dari ketinggian. Sementara itu, tali dinamis memiliki kelenturan 30% dan digunakan untuk kegiatan climbing karena memiliki daya kejut yang tinggi. Terakhir tali semi statis, yang memiliki kelenturan di antara tali statis dan tali dinamis, biasanya digunakan untuk kegiatan penyelamatan.

Hardness

Jenis alat ini biasa digunakan sebagai penopang tubuh yang terikat di pinggang, sebagai pengaman yang terhubung dengan tali. Seperti tali, hardness juga memliki tiga jenis, yakni seat hardness, chest hardness dan fullbody hardness. Dari ketiga jenis tadi, yang paling sering digunakan adalah tipe seat hardness.

Ascender

Alat ini biasa digunakan untuk membantu pemanjat menaiki tali. Ciri utamanya adalah mengunci jika diberi beban dan melonggar saat tidak diberi beban. Berdasarkan pegangannya, ascender dibagi menjadi dua, yakni Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention) dan Non heandle ascender (Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt). 

Carabiner

Untuk menghubungkan alat satu dengan lainnya, biasa digunakan cincin kait yakni carabiner. Bahan pembuatnya alumunium alloy yang ringan dan memiliki kekuatan tinggi. Ada dua jenis carabiner yang biasa digunakan, yakni carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman) dan carabiner snapgate (tidak berkunci).

Webbing

Bentuknya pipih seperti pita dan terbuat dari nylon, serta lentur. Panjang standar webbing adalah 5 m dan memiliki beragam fungsi, seperti dapat digunakan sebagai hardness, pengikat tubuh maupun anchor.

Descender

Alat ini biasa digunakan untuk membantu pemanjat menuruni tali. Adapun fungsi utamanya adalah untuk menahan laju alat dengan tali, sehingga pendaki tidak meluncur bebas ke bawah. Descender juga dibagi menjadi dua macam, yakni otomatis dan manual. Jenis yang paling umum dikenal yakni Figure of eight, Autostop, Grigri dan Shunt.

Piton

Piton atau nama lainnya paku tebing juga merupakan alat penting saat mendaki. Jika dilihat dari jenisnya, piton dibagi menjadi dua yakni blade untuk celah sempit dan angel untuk celah besar. Untuk memasangnya dibantu alat lain yakni hammer.

Hammer

Terjemahan bebasnya adalah palu. Hammer memiliki fungsi untuk menanam dan melepas piton pada celah dan memakai bolt. Selain itu, ujungnya juga dapat digunakan untuk mengencangkan mur saat memasang hanger.

Hanger

Hanger berfungsi sebagai anchor untuk pengaman saat melakukan panjat tebing. Ini biasa digunakan untuk jenis tebing dengan sedikit natural anchor.

Baca Juga: Seputar Olahraga Panjat Tebing

Chock and Friend

Chock biasanya dimasukkan ke celah batu sehingga terjebit dan digunakan untuk menahan berat badan. Ada tiga bentuk chock yang dikenal, yakni segi enam, simetris dan paruh burung. Sebagai pelengkapnya, chock selalu dilengkapi dengan alat pengapit yang disebut friend.

Chalk Bag (kantung magnesium)

Kantung magnesium berguna menyimpan magnesium, agar saat pendakian nanti tangan Anda tidak basah oleh keringat dan jadi licin.

Sepatu

Selain beragam alat tadi, peralatan penting lain dalam pendakian adalah sepatu khusus pendakian. Pilih sepatu khusus yang lentur, sehingga mempermudah proses pendakian.

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *