Home » Koleksi Barang » Mengenal  2  Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Mengenal  2  Alat Musik Tradisional Jawa Barat

 

Selain kulinernya yang beraneka ragam dan terkenal kelezatannya, tanah parahyangan juga menyimpan kekayaan seni yang luar biasa. Mungkin hampir sebagian besar dari anda pernah mendengar komposisi alunan musik sunda yang begitu indah. Keindahan itu didapatkan dari beberapa alat musik tradisional yang dimainkan secara bersamaan. Bahkan hanya dengan suara suling sunda saja bisa membuat anda teringat akan kampung halaman. Sungguh luar biasa memang. Tapi apakah anda mengetahui alat – alat musik dibalik komposisi tersebut? Bisa iya, bisa juga tidak tentu saja. Untuk itu mari mengenal 2  alat musik tradisional Jawa Barat.

Suling

Alat musik tradisional sunda yang satu memang sudah terkenal keindahannya. Suaranya yang  meliuk – liuk, membentuk harmoni  yang  benar – benar mengaduk – ngaduk  perasaan yang mendengarnya. Mungkin termasuk anda yang mendengarnya. Suling termasuk alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Dimana ketika ditiup, lubang – lubang yang terdapat pada suling ditutup dan dibuka secara bergantian dengan jari – jari tangan mengikuti komposisi nada. Suling sunda mempunyai nada pentatonis khas sunda. Pada umumnya suling sunda terdiri dari 2 jenis yaitu suling 4 lubang dan suling 6 lubang.  Tapi pada perkembangannya, karena kebutuhan dari aransemen musik, muncullah suling baru yaitu mandalungan, salendro lobang empat, madenda lubang 4 dan wiyasa.

Baca juga : 5 Macam Mainan tradisional Jepang yang Masih Eksis

Kacapi

Kacapi adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik.  Sebenarnya kacapi mampu berdiri sendiri tanpa harus dimainkan bersama alat lainnya. Komposisi musik dari hasil kacapi sendiri sudah sangat indah didengar. Tapi, keindahan sempurna bisa didapatkan dengan mengkombinasikannya dengan suling sunda. Sehingga muncullah kesenian sunda namanya kacapi suling.

Berdasarkan bentuknya kacapi terbagi 2 yaitu :

  • Kacapi parahu yaitu merupakan kotak resonansi yang bagian bawahnya tidak ditutup sebagai tempat keluarnya suara. Kenapa disebut parahu (perahu, bahasa Indonesia) karena bagian sisinya badannya dibentuk sedemikian rupa menyerupai parahu.
  • Kacapi siter yaitu merupakan kotak resonansi dengan bagian bawahnya tidak ditutup tapi dengan badan bagian atas dan bawah yang datar atau rata membetuk trapesium. Seperti halnya kacapi parahu bagian bawahnya terbuka difungsikan untuk mengeluarkan suara.

 

Selain dari bentuknya, kacapi juga terbagi 2 berdasarkan fungsinya yaitu :

Kacapi indung

Indung dalam bahasa Indonesia berarti ibu. Ini artinya bahwa kacapi jenis ini adalah kacapi yang menjadi pusat komposisi musik, menjadi pemimpin yang memberikan intro, bridges dan interlude. Alat musik tradisional ini jugalah yang memberikan tempo.

Jumlah senar kacapi ini adalah 18 atau 20 senar.

Kacapi rincik

Kacapi ini berfungsi ornamen dengan mengisi komposisi melalui nada –nada dengan frekuensi tinggi.

Jumlah senarnya adalah 15 senar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *