Home » Hobi ekstrim » Daftar Pantangan Saat Naik Gunung yang Harus Ditaati

Daftar Pantangan Saat Naik Gunung yang Harus Ditaati

Perjalanan naik gunung adalah salah satu jenis wisata menyenangkan. Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan oleh pendaki. Baik demi keamanan dirinya sendiri maupun agar gunung tetap terjaga keasliannya. Berikut ini daftar pantangan saat naik gunung yang harus ditaati.

Berniat Jahat dan Bicara Kotor

Para prinsipnya, niat jahat dari siapapun dan di manapun tidak diperbolehkan. Fokus pada niat awal Anda melakukan pendakian. Begitu pula dengan bicara kotor. Sebaiknya jangan lakukan hal ini, terutama saat naik gunung. Selain tidak enak di dengar, bicara kotor  juga bisa membuat orang di sekitar Anda merasa tidak nyaman.

Meninggalkan Sampah

Kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan dari para pendaki adalah meninggalkan sampah. Jika ini dilakukan terus menerus, dan oleh orang banyak, tentu gunung akan jadi kotor dan kehilangan keindahannya. Biasakan untuk membawa kembali sampah yang Anda hasilkan dan membuangnya saat telah sampai di bawah nantinya.

Membawa pulang Edelweis

Kebiasaan lain yang sulit dihilangkan adalah membawa edelweis. Bunga khas gunung ini memang hanya tumbuh di pegunungan saja dan dikenal sebagai bunga abadi. Jadi tidak heran jika para pendaki ingin membawa oleh-oleh bunga langka ini. Padahal tidak semua gunung dapat ditumbuhi edelweis.

Jika semua orang yang melakukan pendakian membawa pulang satu rumpun bunga edelweis, tidak akan butuh waktu lama hingga nantinya bunga ini akan habis.

Dirikan Tenda di Tempat yang Tepat

Untuk mendaki gunung yang cukup tinggi, ada kalanya pendaki butuh menginap hingga harus mendirikan tenda. Dalam membuat tenda, sebaiknya perhatikan dengan pasti area sekitar. Hindari mendirikan tenda terlalu dekat dengan sumber air. Karena pada malam hari, biasanya tempat ini akan didatangi oleh hewan-hewan penghuni hutan di gunung untuk minum. Pilih tempat yang dirasa aman, baik bagi diri sendiri maupun bagi penghuni hutan lainnya.

Dilarang Buang Air Sembarangan

Seperti halnya membuang sampah, buang air juga tidak boleh sembarangan. Buang air sembarangan, selain merusak alam juga berbahaya bagi diri sendiri maupun orang sekitar.

Berteriak

Tidak jarang, para pendaki berteriak memanggil temannya saat naik gunung. Hal ini sebaiknya dihindari. Karena ternyata teriakan bisa saja mengganggu hewan-hewan yang berada di hutan gunung. Jadi, sebiknya cari cara lain untuk bisa tetap berkomunikasi dengan anggota rombongan tanpa harus mengganggu alam.

Baca Juga: Daftar Lokasi Arung Jeram Seru di Indonesia yang Harus Dicoba

Menantang Alam

Menantang alam di sini maksudnya adalah memaksakan perjalanan ataupun bersikap sombong terhadap alam. Cuaca pegunungan kadang tidak bisa ditebak. Jika memang tidak memungkinkan untuk meneruskan perjalanan, sebaiknya berhenti dan beristirahat hingga keadaan lebih baik. Jangan sampai karena meremehkan keadaan alam, Anda justru tersesat di gunung.

Wanita haid

Pada sejumlah gunung yang dianggap suci, wanita haid kadang tidak diizinkan ikut naik ke atas. Selain merepotkan dalam berbagai hal, wanita haid dianggap mengotori kesucian gunung.

Hindari membawa makanan yang berlebihan

Dengan perjalanan jauh, tidak salah membawa makanan dalam jumlah banyak. Tetapi tidak disarankan jika hanya akan menyulitkan perjalanan atau membuat sampah di gunung.

Dilarang Merusak Alam

Sudah jadi ketentuan wajib, bahwa setiap pendaki dilarang merusak alam pegunungan, apapun bentuknya. Jika memang membuatuhkan alat atau bahan tertentu di alam, carilah yang memang sudah jatuh atau patah dan terlepas dari asalnya.

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *