Home » Koleksi Barang » Cairan Atau Zat Yang Terdapat Pada Rokok Elektrik

Cairan Atau Zat Yang Terdapat Pada Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau electronic nicotine delivery systems atau disebut juga dengan istilah e-cigarette adalah bentuk rokok modern. Rokok ini diklaim sebagai rokok yang sehat dan ramah lingkungan dibandingkan dengan rokok konvesional yang menimbulkan asap dan bau.

Ada dua pendapat mengenai rokok elektrik, pertama yang berpendapat rokok ini lebih aman, ada juga yang berpendapat rokok ini belum cukup aman karena efek jangka panjangnya belum diuji secara klinis. Para peneliti dari University of South California menemukan bahwa terdapat kandungan logam yang berbahaya dibandingkan dengan rokok biasa.

Alat penguap menggunakan baterai ini memberikan sensasi seperti layaknya orang menghisap tembakau. Dari tampilan fisiknya pun menyerupai rokok, namun sekarang sudah ada model yang di desain berbeda. Awal mulanya rokok ini diperkenalkan oleh apoteker asal Tiongkok Hon Lik tahun 2003, setahun kemudian tepatnya 2004 rokok ini dipasarkan di Tiongkok melalui perusahaan Golden Dragon Holdings, sekarang bernama Ruyan.

Di dalam rokok ini terdapat tabung untuk mengisi larutan cairan yang bisa diisi ulang. Larutan tersebut mengandung nikotin, gliserin, propilen glikol dan perasa. Larutan tersebut dipanaskan, setelah panas kemudian muncul uap seperti asap. Sebagian perusahaan rokok ini menjual cairan dengan rasa-rasa tertentu, seperti: mentol, buah-buahan, caramel, coklat atau kopi. Lebih lengkapnya berikut penjelasan mengenai kandungan-kandungan yang terdapat pada rokok elektronik:

Nikotin – zat ini adalah zat yang terdapat pada daun tembakau. Fungsi nikotin adalah sebagai obat perangsang yang bisa memberikan efek candu. Itu sebabnya banyak perokok aktif yang susah berhenti merokok.

Baca Juga: Harga Vapor Yang Murah Dan Berkualitas

Propilen glikol – cairan ini adalah senyawa organic yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun memiliki rasa agak sedikit manis. Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-Obatan FDM menyatakan bahwa cairan ini aman, dengan catatan digunakan dalam kadar yang rendah.

Gliserin – cairan kental tidak mengeluarkan bau dan tidak berwarna. Sering digunakan untuk memadukan formulasi farmasi. Gliserin tidak beracun dan sering digunakan untuk industry makanan, fungsi cairan ini dalam penggunaan rokok elektonik adalah untuk pengantar rasa dan nikotin.

Sampai hari ini status aman tidaknya penggunaan rokok elektronik terutama untuk jangka panjang masih jadi bahan perbincangan karena klaim yang dikeluarkan oleh produsen belum sepenuhnya terbukti kebenarannya. Ada beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik bisa memicu inflmasi dalam tubuh, terjadinya infeksi paru-paru dan meningkatkan resiko stroke, penyakit jantung dan gangguan pernapasan seperti: asma.

Penggunaan rokok elektronik di Indonesia sekarang menjadi trand, terutama dikalangan anak muda. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah tidak sepenuhnya tergantung pada nikotin ataupun zat lainnya, sama halnya dengan pemakaian rokok konvensional. Demikian infomasi mengenai zat yang tergantung dalam rokok elektrik, semoga artikel ini bermanfaat.

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *