Home » Mainan » Berbagai Macam Mainan Tradisional Anak Indonesia

Berbagai Macam Mainan Tradisional Anak Indonesia

Anak Indonesia berasal dari berbagai daerah, berasal dari berbagai suku dan bahasa yang berbeda-beda. Namun, memiliki permainan yang sangat khas dan tersebar diseluruh nusantara. Mainan ini sangat mudah dilakukan dan menggunakan barang-barang yang ada. Mainan tradisional, begitulah semua masyarakat menyebutnya. Mainan ini bukanlah seperti mainan anak zaman sekarang yang serba teknologi smartphone, tablet ataupun PC. Mainan ini asli dibuat untuk bermain dengan teman-teman sejawat di kompleks perumahan. Adanya permainan membuat anak-anak saling berkomunikasi dan bahu-membahu dalam tawa dan canda dalam permainannya. Oleh karena itu, simaklah beberapa mainan anak khas Indonesia yang tidak lekang oleh waktu zaman.

Berbagai Macam Mainan Tradisional Anak Indonesia 

Berikut adalah mainan anak tradisional asli Indonesia diantaranya:

  • Meriam bambu, dengan menggunakan bambu, minyak tanah, dan korek api maka akan menghasilkan suara dentuman hingga 2 KM. Biasanya digunakan saat lebaran atau tahun baru dan hari besar lainnya.
  • Pletokan terbuat dari bambu yang kuat dengan diameter 2 hingga 3 cm dan panjang 30 cm. Menggunakan peluru kertas yang sudah basah dengan menggulungnya atau menggunakan bunga jambu air tetapi memilih bunga belum mekar.
  • Congklak terbuat dari papan dengan 16 lubang dan 98 biji. Permainan ini biasanya lebih banyak digunakan oleh para perempuan.
  • Engkleng atau engklek, merupakan garis kotak dan bundar yang digambarkan pada tanah atau lantai dan terdiri 2 hingga 5 orang pemain. Permainan ini sangat banyak dikalangan kaum anak perempuan.
  • Ular naga, biasanya membutuhkan pemain yang cukup banyak dan 2 orang sebagai penjaga dan sisanya saling memegang bahu dan melewati penjaga. Sembari menyanyikan lagu daerah maka jika lagu berhenti penjaga harus gercap dalam menangkap pemainnya.

Beberapa permainan diatas tentunya sangat menyenangkan, namun setelah gadget menguasai anak di bawah umur membuat anak tidak bermain hal diatas. Mainan tradisional mampu mendekatkan seseorang dengan teman yang belum dikenal menjadi karib, semakin mengenal dunia luar karena permainannya umumnya berada diluar ruangan. 

Berikut adalah permainan tradisional lainnya: 

  • Kelereng atau gundu, biasanya dimainkan oleh 7 orang anak laki-laki dan menyediakan sebuah lubang dan pada jarak tertentu memulai garis start untuk menjauhkan lawan dari lubang.
  • Ketapel merupakan alat tembak berbentuk Y dari kayu dan karet untuk berburu burung ataupun buah yang sudah matang.
  • Petak umpet, seseorang menjaga dan lainnya bersembunyi. Penjaga harus lebih dahulu mendapatkannya dan melapor pada tempat jaga maka pemain gugur.

Beberapa permainan diatas sudah jarang dimainkan. Tidak ada salahnya bermain dengan teknologi terbaru. Namun sangat disayangkan bila penggunaan teknologi tidak diawasi dan berlebihan. Bermain mainan tradisional akan membuat anak lebih banyak bergerak dan berkomunikasi. Selain itu akan membuat anak lebih banyak untuk menghasilkan sesuatu dari barang-barang yang sudah tidak diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *