Home » Mainan » Beragam Manfaat mainan Tradisional

Beragam Manfaat mainan Tradisional

Jaman sekarang yang serba canggih menyebabkan perubahan berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah mainan tradisional yang sudah mulai dilupakan. Bergesernya minat anak terhadap jenis permainan, dipicu juga oleh keadaan ekonomi dan lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Bermain game di mall, di warnet atau dirumah lebih banyak dipilih dibandingkan bermain gangsing, lompat tali, petak umpet, layangan dsb. Pemandangan anak-anak bermain permainan tradisional sudah sulit kita temui.

Padahal mainan tradisional memberikan banyak manfaat. Untuk itu bagi generasi yang pernah merasakan indahnya mainan tradisional bisa memperkenalkan agar masing-masing permainan bisa tetap dikenal sebagai warisan budaya. Berikut ini kita akan membahas manfaatnya bagi anak-anak.

Belajar Lebih Sportif

Permainan seperti congklak bisa mengajarkan anak lebih sportif dan jujur. Di mana dalam permainanini anak harus bisa menerima kekalahan dan kemenangan lawan dengan terbuka.

Melatih Kemampuan Fisik

Permainan modern sekarang lebih banyak diam, tidak menguras tenaga. Dari bentuknya lebih simple dan praktis. Berbeda dengan permainan jaman dulu, seperti lompat tali, gatrik, bentengan membutuhkan kemampuan fisik dan gerakan. Permainan ini bisa membantu meningkatkan kemampuan motorik anak dan melatih koordinasi antara anggota badan yang satu dengan yang lainnya.

Belajar Bersosialisasi

Hampir semua permainan jaman dulu lebih menekankan kerjasama dan kebersamaan. Tanpa teman atau lawan permainan tidak bisa dimainkan. Dalam permainan, anak mulai belajar bekerjasama dan berhubungan dengan orang lain. Jika ingin terlibat dalam permainan, anak-anak tidak boleh individual, menunggu giliran, saling berbagi dan jujur dalam permainan.

Melatih Kreativitas

Beberapa permainan jaman dulu dibuat dengan bahan-bahan yang tidak dipakai. Untuk memilikinya, anak-anak mencari bahan dan membuatnya sendiri. Misalnya: mobil-mobilan dari kulit jeruk bali atau membuat telepon-teleponan dari kaleng bekas.

Belajar Kerja Sama

Beberapa jenis permainan tradisional ada yang dimainkan dengan cara berkelompok. Itu sebabnya anak-anak harus bisa bekerja sama dan membantu timnya agar bisa menang. Setiap anak tidak boleh egois dan memberikan kesempatan pada timnya agar sama-sama memiliki kesempatan untuk menikmati permainan.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Saat bermain, anak-anak harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Saat permainan dimulai tidak ada satupun anak yang ingin kalah duluan. Mereka belajar mengeluarkan seluruh kemampuannya agar bisa menang. Rasa percaya diri tersebut yang akan menjadi bekalnya kelak.

Belajar Mengelola Emosi

Saat bermain, anak-anak bisa dengan bebas meluapkan emosi seperti: tertawa bergerak ke sana kemari bahkan beteriak. Dengan keterampilan anak mengelola emosi dengan tepat bisa melatih kecerdasan emosinya.

Belajar Sikap Demokratis

Sebelum bermain biasanya anak-anak akan membuat persyaratan dan ketentuan bermain. Mereka akan berunding membuat keputusan siapa yang akan memulai permainan. Selain itu anak-anak berunding membagi kelompok. Dengan mainan tradisional anak-anak mulai belajar sikap demokratis sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *