Home » Kerajinan Tangan » Alat Musik Tradisional dari Bambu Khas Indonesia

Alat Musik Tradisional dari Bambu Khas Indonesia

Bambu merupakan tanaman yang hampir selalu ada di setiap negara di dunia. Di Indonesia sendiri, tanaman ini sangat mudah ditemukan, karena dari ribuan jenis bambu di dunia, 60 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia. Karena sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, serta awet, tidak heran bambu banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari senjata (bambu runcing), bahan bangunan, bahan kerajinan, hingga dimanfaat sebagai alat musik, khususnya alat musik tradisional khas Indonesia.

Banyak daerah di Indonesia yang memiliki alat musik khas yang berbahan dasar bambu. Tapi sayang, akibat perkembangan alat musik modern hingga Alat Musik Dari Bambu ini kurang dikenal oleh masyarakat daerah tersebut. Berikut adalah beberapa alat musik tradisional dari bambu yang merupakan alat music khas Indonesia :

  • Angklung – Jawa Barat

Angklung merupakan alat musik tradisional khas Provinsi Jawa Barat. Alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang ini sudah terkenal di Indonesia dan bahkan PBB melalui UNESCO sudah menetaplan alat musik Angklung sebagai alat musik asli milik Indonesia. Alat musik ini terbuat dari bambu yang dipotong ditiap bagian ujungnya, mirip seperti pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat secara bersama dalam suatu bingkai, lalu digoyang untuk menghasilkan getaran. Getaran inilah yang menghasilkan bunyi. Angklung diperkirakan baru muncul pada masa kerajaan Sunda (antara abad ke 12 sampai abad ke 16). Asal usul alat musik ini diperkiraan berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan (padi) sebagai makanan pokoknya.

  • Saluang – Sumatra Barat

Merupakan alat musik khas Minangkabau, Sumatra Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu Talang, yaitu bambu yang biasanya digunakan untuk jemuran atau bambu yang ditemukan hanyut di sungai. Menurut orang Minangkabau, kedua jenis bambu tadilah yang dipercaya sebagai bahan yang bagus untuk alat musik Saluang. Umumnya Saluang kurang lebih 40 sampai 60 cm dengan diameter 3 atau 4 cm. Cara memainkan alat musik ini yaitu ditiup. Lagu dari alat musik inipun memiliki ciri khas sendiri, tergantung daerah yang ada di Minangkabau. Konon peniup Saluang jaman dulu mempunyai mantera khusus yang akan menghipnotis penontonnya.

  • Taktok Trieng – Aceh

Adalah alat musik pukul yang terbuat dari bambu. Alat musik ini bisa ditemukan di daerah kabupaten Pidie, Aceh Besar dan di beberapa daerah lainnya di Aceh.

  • Gamolan – Lampung

Alat musik ini mirip Gamelan tapi terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul. Diperkirakan alat musik ini sudah dimainkan oleh masyarakat Lampung sejak abad ke 4. Gamolan kuno memiliki 8 bilah bambu yang sejajar di atas bongkahan bulat bambu sebesar lengan orang dewasa. Sementara, Gamolan modern hanya mempunyai 7 bilah bambu yang mewakili 7 tangga nada.

  • Rindik – Bali

Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional khas pulau Bali. Alat musik ini terbuat dari bambu yang nadanya berdasarkan slendro (nada gamelan). Umumnya alat musik ini digunakan pada saat upacara perkawinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *