Home » Kerajinan Tangan » Akira Yoshizawa Sang Legenda Origami dari Jepang.

Akira Yoshizawa Sang Legenda Origami dari Jepang.

Akira Yoshizawa Sang Legenda Origami dari Jepang.

Seni tradisional origami merupakan seni melipat kertas yang sudah terkenal di seluruh dunia. Banyak ahli – ahli dalam bidang seni ini terus melakukan  inovasi – inovasi baru supaya seni ini semakin dikenal di seluruh dunia. Salah satu ahli atau master seni tradisional melipat kertas itu bernama Akira Yoshizawa. Para penggemar seni tradisional melipat kertas di seluruh dunia pasti akan mengenal nama Akira Yoshizawa sang legenda origami dari Jepang.

Akira Yoshizawa lahir pada tanggal 14 Maret 1911 di Kaminokawa berasal dari keluarga peternak. Semenjak kecil Akira Yoshizawa sudah belajar seni tradisional melipat kertas secara otodidak. Kesenangan terhadap seni ini sempat terhenti ketika dia berumur 13 tahun karena Yoshizawa harus pindah kerja ke pabrik  di kota Tokyo. Pada usia 20 tahun ketertarikan untuk belajar akan Seni melipat kertas tumbuh kembali ketika dia dipromosikan sebagai juru gambar teknik dengan tugas mengajarkan geometri pada pekerja – pekerja muda.  Yoshizawa menggunakan seni melipat kertas sebagai alat bantu untuk mengajar geometri pada para pekerja. Di pabrik ini kemampuan Yoshizawa dalam seni melipat kertas semakin terasah. Pada tahun 1937 dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mulai fokus memperlajarinya secara total. Tetapi perjalanan hidupnya tidak berjalan mulus, selama 20 tahun Yoshizawa hidup dalam kemiskinan. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dia berjualan tsukudani (bumbu terbuat dari rumput laut yang diawetkan)  ke tiap – tiap rumah.

Pada tahun 1939 meletus perang dunia kedua, Yoshizawa ditugaskan sebagai petugas medis militer di Hong Kong. Selama bertugas di Hong kong dia selalu menghibur para pasien dengan dibuatkan origami dengan berbagai model. Kegiatan ini tidak berlangsung lama, Yoshizawa jatuh sakit dan terpaksa dia dipulangkan kembali ke Jepang.

Baca Juga:Manfaat Origami Bagi Anak

Berkat ketekunan dan keinginan yang kuat untuk mempelajari seni tradisional tersebut, pada tahun 1944 karya kreatif Yoshizawa mulai dimasukan ke sebuah buku Origami Shuko oleh Isao Honda. Semenjak itu keberuntungan mulai berpihak pada diri Yoshizawa. Pada tahun 1951 majalah Asahi Graph semakin melambungkan nama Akira Yoshizawa dengan memuat 12 karyanya yang berbentuk tanda zodiak. Pada tahun 1954 buku pertamanya terbit dengan judul Atarashii Origami Geijutsu diterbitkan. Dalam buku ini Yoshizawa membuat suatu sistem diagram yang digunakan untuk menggambarkan model lipatan – lipatan yang dikenal dengan The Yoshizawa Randlett System. Dengan terbitnya buku ini membantu Yoshizawa terbebas dari kemiskinan. Pada tahun itu juga didirikanlah The International Origami Centre di Tokyo yang merupakan pusat seni melipat kertas internasional yang pertama kalinya di Jepang.

Sejak saat itu, Yoshizawa mulai diundang di berbagai negara untuk memamerkan karya – karyanya. Pada tahun 1955  Yoshizawa mengikuti pameran pertama kalinya yang diselenggarakan di museum stedelijk amsterdam.

Tanggal 14 Maret 2005 Akira Yoshizawa meninggal dunia dengan meninggalkan lebih dari 50.000 model,18 buku hasil karyanya dan penghargaan tertinggi The Order Of The Rising Sun dari Kaisar Hirohito.

 

Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *