Home » Mainan » 5 Macam Mainan tradisional Jepang yang Masih Eksis

5 Macam Mainan tradisional Jepang yang Masih Eksis

Berlibur ke Negara Jepang merupakan impian setiap orang. Banyak alasan kenapa Jepang merupakan salah satu Negara  yang dijadikan tujuan wisata favorit oleh banyak orang di berbagai Negara. Negara Jepang merupakan salah satu Negara yang sangat memanjakan wisatawan dengan tempat – tempat  wisatanya yang unik, keanekaragam seni dan budaya tradisionalnya, makanan – makanan khasnya. Selain terkenal dengan tempat dan makanan yang unik, Jepang juga terkenal dengan mainan – mainan yang menjadi ciri khasnya. Negeri Sakura ini sangat peduli terhadap budaya – budaya tradisional termasuk mainan – mainan yang telah diwariskan dari nenek moyangnya. Beragam jenis permainan – permainan tradisional Jepang yang masih bisa kita temui di tiap sudut kota jepang. Diantara berbagai jenis mainan – mainan khas Jepang, berikut ini 5 macam mainan tradisional Jepang yang masih eksis.

Kendama

Kendama merupakan mainan yang terdiri dari batang kayu berujung runcing  atau ken yang diapit oleh cekungan kayu besar atau ozara dan cekungan kayu kecil atau kozara kemudian diikat oleh benang dan disambungkan pada sebuah bola besar yang sudah diberi lubang. Selain terdapat dua cekungan, ada satu cekungan atau chuzara yang letaknya di bawah batang kayu atau ken. Cara memainkannya sangat mudah hanya dengan memukulkan bola dengan menggunakan ketiga cekungan kemudian bola yang sudah diberi lubang itu ditusukkan ke bagian ujung batang kayu yang uncing. Mudah bukan??

Kokeshi

Kokeshi merupakan boneka kayu yang berasal dari Tohoku ,Jepang bagian utara. Bentuk boneka ini sangat sederhana dengan mempunyai badan ramping yang dihiasi oleh gambar – gambar bunga dengan tidak menggunakan banyak warna dan berkepala wajah perempuan. Warna merah, hijau, kuning merupakan warna yang sering dipakai untuk melukis boneka kokeshi ini. Selain termasuk mainan tradisional Jepang, oleh para wisatawan boneka ini sering dijadikan souvenir atau cinderamata untuk dibawa ke negaranya masing – masing. Bahan baku kokeshi berasal dari kayu keras dan kayu sakura yang dipahat menggunakan mesin sampai berbentuk bulatan – bulatan.

Daruma otoshi

Daruma otoshi merupakan boneka sekaligus mainan tradisional Jepang yang berbentuk hampir bulat yang bagian dalamnya kosong  dan tidak mempunyai kaki dan tangan. Model mainan ini terinspirasi dari seseorang pendeta spiritual zen budha India yang bernama bodhidarma. Daruma otoshi sering dianggap boneka pembawa keberuntungan dan lambang keinginan yang belum  tercapai. Biasanya daruma dijual dengan kedua belah mata yang belum dilukis. Orang – orang yang ingin keinginannya tercapai akan melukis salah satu mata di boneka tersebut dan bila keinginannya sudah tercapai daruma akan menerima mata yang satunya lagi. Daruma otoshi selain dijadikan untuk boneka hiasan juga bisa dimainkan dengan cara yang mudah tapi cukup menantang. Cara memainkan mainan ini dengan cara memukul satu persatu potongan – potongan kayu mulai dari paling bawah tetapi jangan sampai bagian lainnya ikut jatuh.

baca Juga : Gasing  Kayu merupakan Mainan Tradisional yang Mulai Terlupakan

Koma

Komabisa merupakan gasingnya orang Jepang yang berbahan baku sama dengan pada umumnya gasing yang berada di Indonesia yaitu kayu. Begitupun cara memainkannya sama persis dengan gasing pada umumnya yaitu dengan menggunakan tali

Takeuma

Mainan ini merupakan engrangnya orang Jepang yang dimainkan seperti engrang yang terdapat di Indonesia dengan berjalan sambil menaiki dua buah tongkat yang sudah diberi penyangga.

Kelima mainan tradisional di atas merupakan hanya sebagian dari banyaknya permainan tradisional Jepang yang sampai sekarang masih eksis dan masih dimainkan oleh orang Jepang.             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *